Monday, September 3, 2012

Belajar Dari Kepemimpinan Yosua (4)

Pertanyaan penting yang perlu kita ajukan ialah darimanakah seharusnya pengaruh kita sebagai pemimpin dimulai? Jawabannya ialah kita bisa menemukannya dalam kepemimpinan Yosua. Bagi Yosua, sebagaimana pemimpin-pemimpin pada umumnya yang berhasrat untuk memberi dampak bagi generasi berikutnya, pengaruh utama sebagai pemimpin dimulai dari keluarganya. Mengawali apapun dalam kepemimpinannya, Yosua mengambil inisiatif untuk kehidupan rohani keluarganya. Berikut nilai-nilai kepemimpinan yang dianut oleh Yosua: 1. Yosua mendahulukan kepemimpinan bagi keluarganya Bila seorang pemimpin mendahulukan dan mengutamakan kepemimpinan dalam keluarganya, maka komunitasnya akan memperoleh manfaat. Tetapi, bila seorang pemimpin mendahulukan komunitasnya, maka baik keluarganya maupun komunitasnya akan menderita. Memulai dari rumah selalu merupakan kunci untuk mempengaruhi orang lain dengan cara yang positif. Yosua tahu persis nilai ini, sehingga baginya keluarga merupakan prioritas utamanya. Ia memimpin keluarganya dengan baik, ia mendapatkan kredibilitas untuk memimpin seluruh bangsa Israel. 2. Yosua tidak menunggu orang banyak Pada saat Yosua berdiri di hadapan bangsa Israel sebagai pemimpin. Ia menyampaikan nilai kepemimpinan yang teguh terhadap diri dan keluarganya. Ia bersama kluarganya akan mengikuti Allah Israel. Ia pimpin keluarganya dengan penuh integritas dan mendorong mereka untuk melakukan yang benar. Kita sebagai pemimpin, perlu menanamkan nilai-nilai yang benar dalam kepemimpinan kita. Kita harus memimpin keluarga kita dengan penuh integritas. Dari sinilah kita akan mendapatkan pengaruh positif dalam kepemimpinan kita. 3. Yosua menjalani kepemimpinannya dengan penuh iman Demi kesehatan keluarga, tidak ada yang dapat menggantikan teladan seorang pemimpin rohaniah. Yosua adalah seorang pemimpin yang membangun kepemimpinannya dengan tekun berdoa, imannya besar dan taat kepada Allah. Pimpinlah keluarga dengan penuh iman. Ajaklah keluarga untuk selalu berdoa. Pimpinlah keluarga untuk hidup dalam kebenaran. Doronglah keluarga untuk taat kepada Allah dan melakukan kebenaran-Nya dalam totalitas hidup mereka. Inilah tanggung jawab kita sebagai pemimpin rohani dalam keluarga.
Loading