Karakter Kepemimpinan Samuel

Samuel adalah pemimpinnya para pemimpin. Ia perlihatkan pengaruh terhadap bangsawan serta para tua-tua bangsa Israel. Dan ia perlihatkan pengaruh terhadap pemimpinnya yang tinggi, yaitu sang raja. Apakah yang membuat orang mendengarkan Samuel?

1. Samuel memiliki panggilan yang jelas.
Orang akan cenderung mendengarkan pemimpin yang percaya diri, yang pasti. Samuel tidak pernah meragukan harga dirinya ataupun panggilannya dari Allah. Walaupun ia menunjuk dan mengurapi Saul, Samuel tidak pernah merasa terintimidasi olehnya - tidak oleh posisinya, tidak oleh kekuasaannya, tidak oleh penampilan fisiknya, tidak oleh statusnya. Samuel juga tidak terintimidasi ketika Saul menjadi pahlawan yang berkuasa. Ketika Saul gagal membunuh raja Agag seperti yang diperintahkan Allah, Samuel sendiri yang membunuh Agag (1 Samuel 15:33).

2. Samuel bersedia membagi kekuasaannya.
Sebagai hakim atas bangsa Israel, Samuel adalah pemimpin yang paling kelihatan, namun ia berikan kekuasaan sipil serta militernya kepada Saul ketika Allah menyuruhnya. Dan ia hormati Saul di depan umum, menyediakan hidangan istimewa serta tempat khusus baginya di meja (1 Samuel 9:22-24). Samuel menerapkan prinsip kepemimpinan yang diungkapkan dengan baik oleh Bill McCartney, yang mengatakan, "Kita berada di sini bukan untuk saling bersaing, melainkan untuk saling melengkapi."

3. Samuel memberdayakan setiap sumber daya yang ada.
Walaupun Samuel sadar bahwa permintaan bangsa Israel akan seorang raja itu merupakan tanda ketidaktaatan mereka terhadap Allah, dan bahwa mereka mencari bencana, ia lakukan yang terbaik untuk menasehati bangsa itu dan berusaha menjadikan Saul sebagai raja yang sukses. Ia melihat potensi Saul dan mendorongnya (1 Samuel 10:6-7). Samuel berusaha mengembangkan Saul menjadi pemimpin rohaniah seperti yang dikehendaki Allah.
 
4. Samuel menyatakan kebenaran.
Samuel tidak pernah ragu-ragu membicarakan kebenaran dengan kasih kepada siapapun yang perlu mendengarnya. Ketika bangsa Israel menuntut seorang raja, ia katakan kepada mereka bagaimana seorang raja akan memperlakukan mereka (1 Samuel 8:10-18). Ketika Saul menjadi tidak sabaran dan mempersembahkan korban bakarannya sendiri ketimbang menunggu petunjuk, Samuel mengatakan kepadanya bahwa ia telah bertindak bodoh (1 Samuel 13:13). Dan ketika Saul tidak mentaati perintah Allah untuk menghancurkan bangsa Amalek, Samuel memanggilnya untuk memberikan pertanggungjawabannya dan mengatakan kepadanya bahwa Allah telah menolaknya sebagai raja (1 Samuel 15:10-29). Samuel tidak pernah berbicara karena merasa dirinya unggul, namun ia juga tidak pernah mundur dari kebenaran.

5. Samuel memiliki hati yang mengasihi Allah maupun umat-Nya.
Samuel dengan tulus menginginkan yang terbaik bagi bangsa Israel dan berusaha mengarahkan mereka agar mereka dapat menikmati berkat Allah. Hasrat itupun ditujukannya kepada Saul, penggantinya sendiri sebagai pemimpin bangsa itu. Dan bahkan setelah Samuel membatalkan penunjukkan Saul sebagai rajapun, ia turut berdukacita (1 Samuel 15:35). Ia masih mengasihi Saul dan bangsanya. ujung-ujungnya, pemimpin yang paling didengarkan orang adalah mereka yang mengutamakan kepentingan orang banyak, bukannya kepentingan sendiri.
Karakter Kepemimpinan Samuel Karakter Kepemimpinan Samuel Reviewed by Yohanes Ratu Eda on 18:30 Rating: 5
Powered by Blogger.